<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645</id><updated>2012-02-16T17:11:53.171+02:00</updated><title type='text'>In Memorian</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-6102588586554213032</id><published>2009-03-19T07:22:00.000+02:00</published><updated>2009-03-19T11:22:15.087+02:00</updated><title type='text'>Pengamen Itu!</title><content type='html'>Gimana jadinya jika ada orang bisu mengamen? atau gimana jadinya jika orang bisu mencoba menyanyikan sebuah lagu? Anda yang sering naik bis antar kota pasti tidak asing dengan kehidupan seorang pengamen. Berpindah dari satu bis ke bis, demi mencari sesuap nasi lewat alunan musik ala kadarnya. Ya, itulah kehidupan para pengamen.&lt;br&gt;&lt;br&gt;beberapa hari yang lalu, aku berkunjung ke kota Malang. Kota sejuk dengan nuansa alam yang berbeda, yang terkenal dengan sebutan kota Apel. Tempat-tempat wisata pun akan banyak anda jumpai di kota ini. Sepanjang perjalanan, dari kota Pare ke Malang, aku berjumpa dengan tiga jenis pengamen yang berbeda. Semuanya unik, dengan gayanya yang khas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika bis antar kota yang kutumpangi berhenti sejenak, tiba-tiba seorang pengamen naik. Awalnya aku tak mengubrisnya, tapi ketika dia mulai memainkan musik dan menyanyikan lagu, aku terhenyak. Ada yang kontras di telingaku. Aku berusaha menoleh ke belakang. Seorang dengan pakaian hitam2, mengenakan jaket sibuk memainkan tangannya. Sebuah alat musik klasik, berupa kumpulan tutup botol beradu menjadi satu, menciptakan irama yang khas ala pengamen. Tapi yang berbeda, ketika ia mulai menyanyikan lagu andalannya. Yaa.. yang terdengar hanya teriakan-teriakan yang tidak jelas yang mengganggu gendang telinga. Orang itu ternyata bisu. Tapi ia tidak putus asa, ia berusaha menghibur para penumpang dengan suaranya yang mungkin bagi dia sudah cukup merdu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mungkin orang ini sedang berusaha menyanyikan lagu favoritnya," pikirku, "tapi dengan bahasa yang berbeda". "Dia mungkin sedang mencoba menyanyikan lagunya Padi - Tak hanya Diam", aku mencoba menebak-nebak. Yaa, mungkin saja, meskipun dia bisu, dia mungkin juga ingin menunjukan kepada dunia bahwa dia juga bisa bernyanyii. Dia tak hanya ingin diam, seperti dalam lirik lagunya Padi. Meski hanya lewat teriakan-teriakan tak beraturan, yang bising.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Continued...&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-6102588586554213032?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/6102588586554213032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/6102588586554213032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2009/03/pengamen-itu_19.html' title='Pengamen Itu!'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-5591128130240208927</id><published>2009-03-19T07:21:00.000+02:00</published><updated>2009-03-19T11:21:57.712+02:00</updated><title type='text'>Pengamen Itu!</title><content type='html'>Gimana jadinya jika ada orang bisu mengamen? atau gimana jadinya jika orang bisu mencoba menyanyikan sebuah lagu? Anda yang sering naik bis antar kota pasti tidak asing dengan kehidupan seorang pengamen. Berpindah dari satu bis ke bis, demi mencari sesuap nasi lewat alunan musik ala kadarnya. Ya, itulah kehidupan para pengamen.&lt;br&gt;&lt;br&gt;beberapa hari yang lalu, aku berkunjung ke kota Malang. Kota sejuk dengan nuansa alam yang berbeda, yang terkenal dengan sebutan kota Apel. Tempat-tempat wisata pun akan banyak anda jumpai di kota ini. Sepanjang perjalanan, dari kota Pare ke Malang, aku berjumpa dengan tiga jenis pengamen yang berbeda. Semuanya unik, dengan gayanya yang khas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika bis antar kota yang kutumpangi berhenti sejenak, tiba-tiba seorang pengamen naik. Awalnya aku tak mengubrisnya, tapi ketika dia mulai memainkan musik dan menyanyikan lagu, aku terhenyak. Ada yang kontras di telingaku. Aku berusaha menoleh ke belakang. Seorang dengan pakaian hitam2, mengenakan jaket sibuk memainkan tangannya. Sebuah alat musik klasik, berupa kumpulan tutup botol beradu menjadi satu, menciptakan irama yang khas ala pengamen. Tapi yang berbeda, ketika ia mulai menyanyikan lagu andalannya. Yaa.. yang terdengar hanya teriakan-teriakan yang tidak jelas yang mengganggu gendang telinga. Orang itu ternyata bisu. Tapi ia tidak putus asa, ia berusaha menghibur para penumpang dengan suaranya yang mungkin bagi dia sudah cukup merdu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mungkin orang ini sedang berusaha menyanyikan lagu favoritnya," pikirku, "tapi dengan bahasa yang berbeda". "Dia mungkin sedang mencoba menyanyikan lagunya Padi - Tak hanya Diam", aku mencoba menebak-nebak. Yaa, mungkin saja, meskipun dia bisu, dia mungkin juga ingin menunjukan kepada dunia bahwa dia juga bisa bernyanyii. Dia tak hanya ingin diam, seperti dalam lirik lagunya Padi. Meski hanya lewat teriakan-teriakan tak beraturan, yang bising.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Continued...&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-5591128130240208927?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/5591128130240208927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/5591128130240208927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2009/03/pengamen-itu.html' title='Pengamen Itu!'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-1460243469586335049</id><published>2009-03-03T10:30:00.000+02:00</published><updated>2009-03-03T15:30:52.891+02:00</updated><title type='text'>Doa Khusus Untuk Kesembuhan</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Disyariatkan membaca doa yang telah diajarkan Rasulullah saw apabila kita mendapatkan ujian sakit. Imam Bokhari - Muslim meriwayatkan hadits dari Aisyah ra: &lt;em&gt;Bahwa Nabi saw pernah menjenguk keluarganya yang sakit , lalu beliau mengusapkan angan kanannya (ke daerah yang sakit) dan berdoa:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Allohumma Robbannaas azhibil ba’sa isyfihi wa antasy syaafi laa syifaa’an illa syifaa’uka syifaa’an yaa yughoodiru saqoman&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;(Ya Allah Robb sekalian manusia, hilangkanlah kesengsaraan ini dan sembuhkanlah ia. Karena sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh dan tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu yaitu kesembuhan yang tidak  mennggalkan penyakit lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Hadits lain dari Imam Muslim dari Utsman bin Abul Ash bahwa ia mengadukan rasa sakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw, maka beliau saw pun bersabda: &lt;em&gt;Letakkanlah tanganmu diatas  bagian tubuh yang terasa sakit itu dan ucapkanlah “Bismillah”, lalu bacalah sebanyak tujuh kali:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;A’uzu bi’izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaaziru&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Aku berlindung dengan kemuliaan  dan kekuasaan Allah dari bencana penyakit yang kurasakan dan kucemaskan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata Utsman: kulakukanlah seperti itu berkali-kali hingga Allah menghilangkan rasa sakitku. Selanjutnya akupun  senantiasa menganjurkan keluargaku untuk melakukan hal yang sama (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah antara lain doa yang diajarkan kepada kita ketka sakit. Pada dasarnya kesembuhan itu  hanya datang dari Allah dan hanya Allah-lah yang dapat menyembuhkan hambaNya yang sakit.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;					 					   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-1460243469586335049?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1460243469586335049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1460243469586335049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2009/03/doa-khusus-untuk-kesembuhan.html' title='Doa Khusus Untuk Kesembuhan'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-8173605822761699422</id><published>2009-02-08T02:36:00.000+02:00</published><updated>2009-02-08T07:36:43.518+02:00</updated><title type='text'>Hi-Class SMART ILC</title><content type='html'>alhamdulillah, usahaku tidak sia-sia, Allah pun senantiasa mendengarkan setiap bait-bait doa yang kupanjatkan. Aku lulus ke Hi-Class dengan nilai tertinggi, 514..Semoga kesuksesan senantiasa mengalir, menyapa setiap rintihan hati, menuai hasil yang diridhoi. Amiiinn!!!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pare 06 Februari 09&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-8173605822761699422?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8173605822761699422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8173605822761699422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2009/02/hi-class-smart-ilc.html' title='Hi-Class SMART ILC'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-3453706805781378066</id><published>2008-03-08T19:57:00.000+02:00</published><updated>2008-03-09T00:57:31.746+02:00</updated><title type='text'>Ma'a s-Salamah Ya Ardhil Kinanah..</title><content type='html'>selamat jalan..  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-3453706805781378066?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/3453706805781378066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/3453706805781378066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2008/03/ma-s-salamah-ya-ardhil-kinanah.html' title='Ma&amp;#39;a s-Salamah Ya Ardhil Kinanah..'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-8379124045783212869</id><published>2008-02-29T08:45:00.002+02:00</published><updated>2008-02-29T13:50:51.570+02:00</updated><title type='text'>Cinta, Kasih Sayang dan Hawa Nafsu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Langkahku berat, kuturuni tangga imarahku satu-persatu, kucoba melangkahkan kaki perlahan. Aku tak sakit, tapi aku tak mengerti kenapa begitu berat rasanya kakiku kuangkat, menelusuri imarah-imarah lusuh, menuju mahattah.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ada sederetan beban yang menganjal di pikiranku, yang menguras seluruh kekuatanku. aku tak tahu kenapa tiba-tiba aku harus terjebak pada persoalan rumit yang tak pernah bisa kumengerti ujung pangkalnya.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Cinta, Kasih Sayang dan Hawa Nafsu. Ya.. persoalan inilah yang tiba-tiba datang menjanggal. Aku terkadang kesulitan untuk membedakan yang mana cinta, kasih sayang dah hawa nafsu. kadang ketiganya begitu jelas, kadang juga begitu buram. tolak ukurnya adalah nurani dan logika.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ya Allah, Sungguh aku tak tau lagi kemana aku harus mengaduh selain pada-Mu ya Rabbi. Aku sadar, di setiap persoalan, aku selalu jauh dari-Mu, tak menghiraukan petunjuk dalam ayat-ayat suci-Mu.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ya Allah, ini tentang seorang gadis, yang ingin aku cintai dan sayangi hanya karena-Mu. Namun, di setiap perasaanku padanya, aku jarang meminta saran pada-Mu, mendialogkan bagaimana perasaanku yang sesungguhnya. Aku ingin sekali menjadi hamba-Mu yang mencintainya tulus karena-Mu, namun, setiap kali aku mulai melangkah, aku selalu saja terjebak pada cinta empiris hamba, cinta yang tabu yang hanya bersumber dari hawa nafsu, yang membuatku kembali menarik langkah, tak ingin terjebak jauh, karena aku tau itu salah.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ya Rabbi, jangan salahkan aku jika baru kali ini aku mengaduh pada-Mu. Jujur, aku sungguh merindukan saat=saat seperti ini, dimana aku bisa mengutarakan semua isi hatiku pada-Mu, tanpa segan, tanpa sekat pembatas. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wahai Rab-ku, gadis itu adalah sahabatku, yang sudah aku anggap seperti adek sendiri. seorang sahabat yang telah mengajarkanku banyak hal, tentang cinta, tentang kasih sayang. aku pun ridho menjadi kakaknya, sekaligus sahabatnya yang akan setia mendengarkan setiap keluhannya, tentang orang-orang yang dekat dengannya, orang-orang yang menyayanginya. AKu rela ya rabbi.. sungguh.. meski terkadang aku pun harus mengorbankan perasaanku sendiri, terkadang cemburu terbawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ya rab, dari awal aku sungguh sadar, aku sungguh menyayanginya. O ya... Taukah kau wahai Rab-ku, kalo dia memiliki seorang pujaan hati, aku yakin Engkau pasti tau, karena Engkau Maha Mengetahui segalanya. aku pun tau itu. Tapi sayang Rabbii.. dia tak pernah mau memberitahuku siapa pujaan hatinya yang sesungguhnya. yang aku tau, dia sangat menyayanginya. sebenarnya aku berharap, Engkaulah yang menjadi tambatan hatinya, namun aku salah, sungguh salah, bukan Engkau wahai Rab-ku.. bukan. pujaan hatinya adalah salah satu makluk ciptaanmu yang tercipta sempurna, namun sungguh jauh dari kesempurnaan, karena aku tau kesempurnaan hanya milik-Mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wahai Rab-ku, sejak awal aku pun sudah tau siapa pujaan hatinya yang sebenarnya. di setiap tuturnya, dia selalu menyebut namanya, selalu memujanya meski aku sadar hanya Engkaulah yang pantas dipuja. Wahai Rab-ku, meski dia tak pernah mengatakan secara jujur kepadaku siapa pujaan hatinya, namun aku sangat mengenalnya. dia sudah berkali-kali mengatakannya, jelas sekali.. namun aku tak pernah mau mengakuinya. bukan karena aku tak ingin, tapi karena aku menunggu saat yang sungguh tepat, saat yang sungguh Engkau ridhoi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;wahai Rab-ku, aku sungguh menyayanginya, aku sungguh menganguminya. sungguh dia sosok yang tangguh. Namun, setiap kali aku ingin mengenal perasaan itu lebih jauh, aku selalu tertusuk malu, malu sekali pada-Mu wahai Rab-ku. ternyata perasaan itu bukan karena-Mu, tapi karena hawa nafsu semata. bahkan, setiap kali dia menyebut nama lain selain namaku, aku cemburu.. sungguh cemburu, meski aku tau itu tak wajar. karena aku sadar, aku hanya pantas cemburu pada hamba-hamba yang mencintai hanya karena-Mu. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wahai Rab-ku, setiap kali perasaan cemburu itu datang, seribu pertanyaan pun kuhujamkan. dan jawabannya pun sama. cemburukah aku karena aku benar-benar sayang padanya hanya karena-Mu!!??, jawabannya tetap sama, "TIDAK". aku cemburu karena nafsu, cemburu seorang hamba pada hamba-Mu yang lain, bukan pada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Inilah yang membuatku sungguh sedih hingga kini wahai Rab-ku, aku belum bisa benar-benar mencintainya tulus karena-Mu, aku hanya bisa mengharap anugerah cinta-Mu padaku. Aku sungguh malu pada-Mu. Ampunilah hamba-Mu ini.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wahai Rab-ku, aku ingin benar-benar mencintainya tulus hanya karena-Mu. aku pun berharap sama padanya. aku pun mulai membangun kembali perasaan itu dari awal, dengan harapan mencari ridho-Mu, tanpa hawa nafsu, meski bagiku itu sungguh sulit. tapi aku yakin, suatu saat aku akan menemukan cinta itu di antara hamba-hamba-Mu, cinta yang benar-benar tulus hanya karena-Mu.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Dan aku yakin Engkau pun tau bagaimana harapanku padanya. aku berharap dia melakukan hal yang sama, mencintai hanya karena-Mu. Namun, aku salah. sungguh aku salah wahai Rab-ku. aku pikir dia akan setangguh Laila yang mendamba si Majnun. mencitai tanpa batas, tanpa putus asa dan bertahan pada cinta itu, meski segala derita dan perasaan harus dikorbankan hingga ajal memisahkan mereka. Sungguh aku khilaf.. cintanya pada pujaan hatinya bukan karena-Mu. Maafkan dia wahai Rab-ku, karena aku tau dia masih dalam proses menuju jalan itu, dia masih terlalu rapuh, sama dengan diriku.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Itulah sebabnya kenapa aku tak ingin terburu-buru mengambil keputusan, karena aku ingin membangun perasaan itu perlahan-lahan, mempertanyakan setiap tetes perasaanku padanya dan perasaannya padaku, sungguhkah ini hanya karena-Mu!!??, aku pun selalu mengujinya, menguji perasaannya terhadap sang pujaan hatinya dengan cara yang mungkin menurutnya salah. Engkau tau wahai Rab-ku, setiap kali ada orang yang dekat dengannya, dia selalu meminta saran padaku, dan aku pun tak segan memberikan masukan, masukan yang menurutnya aneh, gajebo ato apalah namanya. Aku selalu bilang, "terima saja, kalo memang kalian cocok", tapi inilah caraku yang mungkin tidak pernah dia pahami. Karena aku ingin benar-benar tau seberapa besar perasaannya pada pujaan hatinya. Aku ingin benar-benar tau, akankah ia bertahan dengan perasaan itu meski dia yakin cintanya tak berbalas. Karena aku ingin tau, tuluskah ia mencintai pujaan hatinya karena-Mu atau hanya karena hawa nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wahai Rab-ku, taukah Engkau -dan aku yakin Engkau sungguh tau-, ternyata dia melarikan diri dari cinta yang sudah ia bangun, ia rela terluka, dengan menyerahkan perasaannya pada yang lain sebelum memulai dengan pujaan hatinya, hanya karena rasa kasihan. Inikah cinta yang kau ridhoi wahai Rab-ku, aku sungguh tak yakin.. bahkan ia pun putus asa dan berlari pada yang lain, tanpa pernah berani mempertanyakan cintanya pada sang pujaan hatinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Mungkin benar kata temannya tempo hari, pada sebuah acara ulang tahun. "Jangan terlalu baik sama orang, nanti kamu sakit hati sendiri". Ya, dia memang sungguh baik, baik sekali, pada siapa pun. Bahkan demi orang lain, dia rela terluka, meski aku pikir hal itu tak seharusnya terjadi. Dari dulu, aku sudah paham bagaimana karakternya, ia tak pernah bisa tegas pada perasaannya sendiri, ia bahkan rela mengorbankan perasaannya demi perasaan orang lain. Wahai Rab-ku, aku paham dia hanyalah seorang perempuan yang punya perasaan, yang tak pernah ingin menyakiti &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;hati siapa pun, meski seharusnya dia juga harus tegas dalam mengambil sikap, ketika dia mengatakan "tidak", orang lain justru memahaminya "ya", dan dia pun akhirinya harus mengatakan "ya" juga, luluh tak kuat mempertahankan perasaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Sungguh kasian dia wahai Rab-ku, aku tau dia tak ingin melakukan hal itu, dan aku pun sadar bahwa inilah akibat dari cinta yang tidak dibangun tulus hanya karena-Mu. Ia mudah goyah, meski aku juga sadar bahwa menjadi orang istiqomah itu sungguh sulit, tapi mungkin. O ya.. Engkau pasti tau bahwa dialah yang banyak mengajarkanku tentang apa itu istiqomah, tentang cinta yang dibangun hanya karena-Mu. Dulu, dia sering membacakanku buku-buku islami tentang cinta, cinta yang kau ridhoi. Aku senang sekali bisa banyak belajar darinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wahai Rab-ku, aku juga masih ingat, beberapa bulan yang lalu ia bilang padaku, "Aku suka baca buku-buku tentang cinta islami, aku bahkan punya banyak koleksinya", tuturnya. "O ya k'.. kata-kata dalam buku itu banyak menyindirku, aku ingin jadi orang yang istiqomah, doain ya kak", itu yang kutangkap dari kata-katanya. Seingatku, waktu itu ia sedang menjalin hubungan dengan salah seorang temanku di sini. "Aku ingin jadi sahabat aja kak, biar hati ini bisa lega", itu yang kupahami dari kata-katanya.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Namun, wahai Rab-ku, aku sungguh bersyukur, mengenalnya mengajarkanku banyak hal. Aku ingin tetap menjadi sahabatnya yang menyayanginya dengan tulus tanpa batas, tanpa hawa nafsu. Sahabat yang bisa menuntunnya di jalan yang engkau ridhoi. Sahabat yang saling menyayangi karena Allah, karena bukankah Engkau sendiri menjanjikan surga buat mereka yang saling mencintai karena-Mu semata!!??. Karena bagiku, sahabat adalah teman sejati yang bisa mengajarkan kita banyak hal, termasuk tentang luasnya cinta kasih-Mu pada mahluk-Mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Mungkin aku yang salah, karena terlalu berharap pada cinta yang sempurna, cinta yang benar-benar terjalin hanya karena-Mu. Padahal aku tau bahwa kesempurnaan itu hanyalah milik-Mu. Aku sadar ia tak sempurna, tapi aku ingin ia menjadi sempurna karena-Mu, tentunya dengan jalan yang benar-benar Engkau ridhoi. Amiiin..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span gill="" sans="" mt=""  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"&gt;Cairo, 29 Februari 08&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"&gt; di sebuah pagi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-EG"&gt;ألَّلهُمَّ إِنِّى أَسئَلُكَ حُبَّكَ وحُبُّ مَن يُحِبُّكَ والعَمَلُ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-EG"&gt;أَلَّلهُمَّ اجعَل حُبَّكَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِن نَفسِى وَ أَهلِى&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span gill="" sans="" mt="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-8379124045783212869?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8379124045783212869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8379124045783212869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2008/02/cinta-kasih-sayang-dan-hawa-nafsu_29.html' title='Cinta, Kasih Sayang dan Hawa Nafsu'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-2778896412927221394</id><published>2008-01-11T21:23:00.000+02:00</published><updated>2008-01-12T01:05:32.746+02:00</updated><title type='text'>Kado buat Tia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aku mengenal gadis itu beberapa tahun silam. Dia sosok gadis yang polos, sangat jauh dari kesan glamor, penampilannya juga sangat sederhana. Kehidupan jakarta yang menebar bau hedonis, tak pernah mengusik kehidupannya yang jauh di pelosok sana, di sebuah perkampungan kumuh yang nampak lusuh dari jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu, aku berjanji akan bertemu dengannya. sebelumnya, aku telah menghubunginya lewat telpon untuk sekedar memberitahu padanya bahwa aku akan berkunjung ke tempatnya. "Iya kak, nanti aku jemput", ia sangat senang mendengar hal itu. ibu, kakak serta adeknya yang bungsu pun diberitahu. jauh-jauh hari, aku memang sudah merencanakan akan bertemu dengan mereka, karena ini adalah kesempatan pertamaku menginjak kota Jakarta sekaligus untuk mengunjungi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hari itu aku tak jadi ke sana, tiba-tiba ada urusan administrasi yang harus kuselesaikan. kucoba mengubunginya kembali, namun tak ada jawaban. "mungkin mereka sudah keluar di jalan menungguku", pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keesokan harinya, aku mencoba menghubungi mereka kembali. "kenapa tak datang k'? kita semua sudah pada nungguin di sini", suaranya seolah-olah ingin menghakimiku di telpon. "maaf d', kemaren tiba-tiba aku ada urusan, aku juga sudah coba menghubungi ke sana, tapi tak ada yang angkat telponnya, sekali lagi maaf..." kucoba membela diri. "trus, kapan jadinya ke sini?", tanyanya kembali. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Insya allah&lt;/span&gt;, hari ini aku akan ke sana, kebetulan ada teman juga yang mau ke daerah sana, jadi kami bisa barengan", jawabku apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari Ciputat, aku menuju Tanjung Priuk, dengan bis patas menelusuri jalan-jalan kota jakarta yang padat. Turun di sebuah terminal bis, kemudian naik angkot menelusuri jalan-jalan berbatu. sesekali angkot bergoyang mengikuti irama jalan yang tak terawat. Di sepanjang jalan, kerumunan manusia lalu-lalang menjajakan jualan. Tempat itu ternyata sebuah pasar, tempat para warga kota itu mengaduh nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sebuah belokan kami turun. di sebuah tempat yang benar-benar membuatku asing. ini pertama kali aku menginjakan kaki di tempat itu. aku bersama rekanku berpisah, karena kami beda haluan. dia akan menemui Om-nya yang kebetulan juga tinggal di daerah tersebut. cukup lama aku termangu, sesekali kuperhatikan sekelilingku. tiba-tiba seorang gadis menghampiriku, "k' hudri ya?", ia mencoba meyakinkan dirinya.. "iya", jawabku meyakinkannya. meski samar aku masih bisa mengenalinya, dia juga bisa mengenaliku. kami bersalaman akrab, dia nampak senang sekali. O ya, ini adalah pertemuan kedua kami setalah pertemuan pertama, ketika ia berkunjung ke tanah kelahiran ibunya di sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namanya Tia, dia menuntunku menelusuri jalan bebatuan menuju rumahnya, sambil sesekali menggerutu kesal karena aku gagal menepati janji kemarin sore. "Aku sudah nungguin kakak sampe magrib, tapi kakak gak datang-datang juga", kutimpali dengan senyuman, "maaf, maaf, ini semua bukan kesengajaan, yang penting kan aku sudah datang hari ini", ia pun akhirnya kembali tersenyum. setelah menelusuri lorong-lorong sempit, melewati sebuah mesjid kecil, akhirnya kami sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana. "Inilah rumahku kak", tuturnya tanpa basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam rumah, ibu, kakak lelaki serta adek bungsunya sudah sedari tadi menunggu. "Anakku, akhirnya kau datang juga", ibunya memeluku erat, cukup lama, air matanya bercucuran, aku pun ikut terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tia bersama ibunya tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana, sangat jauh dari sebuah kelayakan. hampir tak ada perabotan bernilai di tempat itu. Hanya ada beberapa perabot rumah tangga yang sudah nampak usang. di rumah itu, hanya ada sebuah ruang tamu yang sangat sempit serta dapur, letaknya di lantai bawah. Di lantai atas, ada kamar mandi serta dua buah kamar tidur yang kusam. Dua kamar tidur serta kamar mandi itu seharusnya berdempetan dengan ruang tamu di lantai bawah, namun padatnya bangunan-bangunan lusuh di daerah itu memaksanya harus memanjang ke atas, membentuk sebuah kotak kubus yang riuh.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bapaknya seorang nelayan yang tiap hari berjuang menaklukan laut. "Bapaknya Tia sedang di laut sekarang, sebulan sekali ia balik ke rumah, sayang kamu tidak bisa bertemu dengannya", kisah ibunya, sambil tersenyum. "Gak apa-apa tante, lain kali kan masih bisa", aku coba menghiburnya. aku sangat salut dengan sosok perempuan satu ini, sangat jarang ada perempuan setegar dia, yang rela terpisah dengan suami demi menghidupi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di rumah itu ada juga kakak sulungnya, dia tidak berdiri menyambut kedatanganku "sudah beberapa bulan ini Hamzah tak bisa jalan, jadi dia di rumah saja", tambahnya. kuperhatikan kakinya, nampak tidak normal. ia seperti orang lumpuh. kami terpaut beberapa tahun saja, aku lebih muda darinya, namun kondisinya sungguh memprihatinkan. Orang seperti dia seharusnya berada di bangku kuliah, mencicipi nikmatnya pendidikan. "beginilah keadaannya nak,", tambahnya lagi. sementara si bungsu sedari tadi berkoar-koar, dia sangat senang aku datang. "K' bentar malam kita ke pasar malam, kan malam minggu, di sana ramai lho kak", celotehnya. ibunya cuma bisa senyum-senyum, Tia pun sama. sementara aku hanya bisa manggut-manggut, meski hatiku menangis tersayat, hanyut dalam keadaan yang sungguh kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Malam itu, Tia bersama si bungsu mengajaku mengelilingi kotanya yang riuh. Naik becak mengelilingi pasar malam yang gemerlap. nampak keceriaan di wajah mereka, senyumnya tak pernah layu. "gimana k', seru kan", celoteh si bungsu."iya.. iya.. seru banget", kucoba tersenyum meski hatiku menangis lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Jakarta yang indah, tak ada tempat buat mereka. mereka tak bisa jadi pelakon utama, mereka terlahir hanya sebagai penonton yang tidak kebagian karcis, yang hanya bisa menyaksikan sebuah drama kehidupan dari luar panggung sambil sesekali mencoba tersenyum, meski itu perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam itu, aku jadi tamu spesial mereka. segala suguhan terbaik disuguhkan untukku. tanpa canggung-canggung, aku pun berusaha menikmatinya, mencoba larut dalam kebahagian itu. menjelang larut malam, ibunya Tia memintaku berisitirahat di kamar atas, bersama kakaknya, Hamzah. semmentara Tia dan si bungsu tidur bersama ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;subuh-subuh, kudengar suara gemerincik air mengalir. ada orang yang sedang mandi. tak lama kemudian, suara lirih seorang gadis menyadarkanku, Tia sedang membaca sabda-sabda langit, ia sedang menunaikan shalat subuh, "pagi sekali dia bangun", pikirku. tak lama setelah itu, ibunya pun bangun. Aku masih terbaring lemas bersama Hamzah. tiba-tiba Tia masuk ke kamar, mengagetkanku. "k', aku mau berangkat kerja, ini ada sedikit hasil tabunganku, kakak ambil ya!", setengah sadar kucoba menolak, aku merasa tak pantas menerima semua itu. "Ambilah nak, itu penghasilannya Tia, dia sekarang kerja di sebuah perusahan jahit", tiba-tiba ibunya muncul. aku belum sempat bilang apa-apa, Tia sudah buru-buru memasukan uang itu ke sakuku, "k, aku berangkat kerja ya!", katanya sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa saat aku termenung, tak bergeming dari tempat tidur. pikiranku melayang jauh, sungguh luar biasa, pikirku. meski mereka hidup pas-pasan, mereka masih sempat bersedekah untuk orang lain. bersedekah kepada orang yang seharusnya menyedekahinya. bagaimana aku membalas mereka ya Rab, "Ya Allah, luangkan rezki bagi mereka yang tak mengenal kata kikir dan dengki, yang berbuat tanpa pamrih, yang hidup hanya untuk mencari ridho-Mu", bisiku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjelang pamitan, ibunya Tia menitipkan sebuah kenangan untuku. sebuah kenangan yang tak akan pernah kulupa, sebuah sarung, sarung yang masih terbungkus rapi. "ambilah nak, hanya ini yang bisa tante berikan", saat itu aku ingin memeluknya, membisikan padanya bahwa ini semua sungguh tak ternilai bagiku, ketulusan kalian mengalahkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sarung itu, selalu setia menemaniku melalui musim dingin Cairo yang menggigil, sejak beberapa tahun yang silam. setiap kali memakainya, aku selalu teringat mereka, kapan kita akan bertemu lagi!!??..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini ada kue buat teman-temanmu, bawalah", aku akhirnya luluh tak kuasa menyaksikan itu semua, kupeluk ia, kutitip salam buat Tia dan si bungsu dan juga buat bapaknya yang sedang berjuang menaklukan badai, kusalami Hamzah lalu kemudian kuucapkan salam perpisahan pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante, suatu saat aku pasti ke sini lagi, mengunjungi kalian, mendengarkan celoteh si bungsu, menikmati teh hidangan si Tia, dan jalan-jalan keliling pasar bersama Hamzah. aku juga ingin menceritakan pada kalian tentang dunia yang kulalui, tentang kisah dunia yang penuh warna, suatu saat.. ya.. suatu saat", bisiku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tia adalah sepupuku yang manis, yang polos, yang dewasa, begitu juga Hamzah dan si Bungsu. Kedua orang tuanya merantau ke Jakarta untuk mengaduh nasib, untuk mencari penghidupan yang layak. Tante Salmah, ibunya Tia adalah adik kedua bapaku. Sosok perempuan yang sudah terbiasa dengan asam getirnya kehidupan, yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh ketegaran. ini kisah yang kualami 5 tahun silam bersama mereka, sebelum aku berangkat ke Mesir. Sungguh, aku sangat merindukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku dapat kabar, Tia sudah menjadi istri seorang pengusaha. Dia kini telah menjadi seorang wanita tegar, setegar ibunya. Semoga ia bisa mendidik anak-anaknya kelak menjadi lebih baik, menjadi anak-anak yang mampu menaklukan dunia. Hanya sebait doa yang kusampaikan, tanpa kado pernikahan, tanpa ucapan tahniah, dari sepupumu yang jauh. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Baarakallahu lakuma, wabaraka alaikuma, wajama'a bainakuma fil khaer waja'ala dzurriayatakuma  min ibaadihi s-shalihin, amiiiin, aiiiiin ya rabbal alamin".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cairo, 4 Muharram 1429 H / 12 Januari 2009 M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-2778896412927221394?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/2778896412927221394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/2778896412927221394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2008/01/tia.html' title='Kado buat Tia'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-1261057676884832249</id><published>2007-10-06T19:26:00.000+02:00</published><updated>2007-10-07T17:29:38.156+02:00</updated><title type='text'>23 ramadhan..</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;blockquote&gt;"Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa".&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;23 hari berlalu, lebaran pun semakin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang kulakukan hari ini. Seperti hari-hari sebelumnya, aku lebih banyak berdiam diri di rumah sambil sesekali ngenet.. aku sendiri tak tau kenapa, beberapa bulan terakhir, aku jadi anak rumahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak abis tarwih, aku lebih banyak di depan komputer. Seharian tanpa aktifitas berarti membuatku kurang bergairah. Andai tak ada komputer yang menemaniku, mungkin aku bisa stres.. aku juga tak tau, kenapa mahluk satu ini tak bisa lepas dari aktifitas sehari-hariku.. mungkin aku terkena penyakit "ketagihan", ah.. aku juga tak pernah mengerti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng kubuka YM-ku, hantu-hantu chat Kairo masih banyak berkeliaran di sana. Beberapa deretan nama yang hampir aku hapal mati masih saja asyik masyuk dalam kontemplasi panjang mereka... namun ID seorang sahabat kecil itu tak juga pernah absen menyapa.. besok ia bersama keluarganya akan mudik ke tanah kelahiran nenek moyangnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenalnya dari seorang adek kelasku di sini, itu juga lewat dunia maya. Kebetulan kami berasal dari satu Komunitas (Sulawesi Qomunity) meski berasal dari suku yang berbeda, ia tinggal dan besar di Bontang sama persis denganku.. Aku mengenalnya sebagai sosok adek yang baik, yang terkadang butuh perhatian dari seorang kakak. Ia lebih belia dari adek perempuanku yang ketiga, namun aku selalu menganggapnya seperti adek sendiri, seperti keluarga sendiri yang setiap saat rela sharing info tentang perkembangan tanak kelahiranku. Ya.. Mungkin karena aku terlalu rindu dengan keluargaku dan tempat lahir ibuku di sana. Atau mungkin juga karena aku susah berkomunikasi langsung dengan adek-adeku di sana, hingga akhirnya aku akrab dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, ia bersama keluarganya akan mudik besok, ke tanah kelahiran orang tuanya. Rencananya mereka akan lebaran di sana. Hanya untaian doa yang sempat kukirimkan untuk mereka sekeluarga.. ucapan selamat jalan kutitipkan pada mereka semua. Semoga perjalanan mereka diberi kemudahan dan keselamatan hingga tujuan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayonara, ma'a s-Salamah.. semoga kita bisa bersua kembali...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-1261057676884832249?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1261057676884832249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1261057676884832249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/10/23-ramadhan.html' title='23 ramadhan..'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-1939055163632061591</id><published>2007-10-05T21:18:00.000+02:00</published><updated>2007-10-06T20:02:06.983+02:00</updated><title type='text'>22 ramadhan...</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berkah-berkahmu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keridhoan-MU, dan tempatkanlah aku di dalam sorga-MU yang luas, Wahai Penjawab &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;doa orang-orang yang dalam kesempitan."&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;di 10 terakhir ramadhan, mesjid-mesjid kota Kairo dipenuhi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'tikaf.&lt;/span&gt; Sebuah tradisi pengenalan jati diri yang diwariskan Nabi kepada umatnya lewat sebuah ibadah perenungan. Sebuah ajaran murni yang penuh arti yang harus selalu dijaga sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berbeda dengan diriku. Yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya semakin tekun, aku malah dijangkiti penyakit malas yang menakutkan, padahal aku tak ingin seperti ini. Ya.. seharusnya di akhir-akhir ramadhan aku lebih banyak mendekatkan diri pada-Nya, semakin banyak intropeksi diri.. sekaligus memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak subuh, rasa malas itu telah menyelimutiku.. rumahku masih berantakan.. bekas-bekas acara semalam masih bertebaran di mana-mana. Sahur bersama pagi ini tak terlalu bersemangat, mungkin karena aku masih kekelahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya pagi ini, aku ingin ikut mengantar salah seorang sahabatku ke bandara. Hari ini ia akan balik ke Indonesia, ia balik karena terpaksa, bukan karena putus asa. Keangkuhan Azhar-lah yang memaksanya angkat koper dari tanah Musa. Ya.. ia harus pulang ke tanah air, karena Azhar tak memberinya peluang untuk melanjutkan studinya, tapi bukan berarti ia seorang mahasiswa yang gagal. Tidak.. ia seorang pejuang yang tangguh, hanya saja tak berhasil melumpuhkan ketangguhan universitas yang cukup berumur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru ingat kalo sejak ia pindah ke rumah barunya, aku belum pernah berkunjung ke sana. Jadi aku tak tau pasti di mana rumahnya berada. Sementara kawan-kawan di rumah tak satu pun yang berniat ke sana.. ya.. akhirnya, niatku tertunda.. aku tak jadi mengantarnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untungnya, setelah tarwih aku sempat chat dengannya. ia transit di Abu Dhabi, dan kebetulan airport di sana menyediakan layanan internet gratis.. Akhirnya, aku hanya bisa mengucapkan selamat jalan lewat dunia maya, kusampaikan permohonan maafku karena aku tak sempat mengantarnya. Dan tentunya, tak lupa kami saling mendoakan, semoga bisa bertemu kembali seperti saat indah di Kairo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-1939055163632061591?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1939055163632061591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1939055163632061591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/10/22-ramadhan.html' title='22 ramadhan...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-5461283688656195884</id><published>2007-10-05T20:34:00.000+02:00</published><updated>2007-10-06T20:12:10.054+02:00</updated><title type='text'>21 ramadhan..</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yaa Allah! berilah aku petunjuk menuju kepada keridhoan-MU. Dan janganlah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah surga bagiku sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh keperluan orang-orang yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meminta".&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;waktu.. begitu cepat ia berlalu, serasa baru kemarin ramadhan tiba, kini ia akan pergi lagi. 21 hari sudah bulan suci menyapa, kini ia di penghujung jumpa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hari ke 21 ini, tak banyak perubahan.. hanya ada perasaan sesal yang mendalam melilit hati yang sedang bimbang. Ya.. berusaha untuk intropeksi tentu selalu ada, namun usaha-usaha menuju perbaikan diri masih saja bungkam. "Aku ingin berubah", itu yang selalu kubisikan pada diriku.. namun, aku masih saja bungkam menikmati ketakberdayaanku... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"O.. Ya Rab, jauhkanlah hambamu ini dari sifat-sifat malas dan berkeluh-kesah". &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Semoga saja ini segera berakhir.. Amiiinn!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hari ke-21 ini, forum kajian Baiquni rencananya akan mengadakan buka puasa bersama di rumah, sekaligus akan melantik pengurus baru FK-Baiquni yang baru saja terbentuk.. Acaranya cukup sederhana. diawali dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yasiinan&lt;/span&gt; bersama menjelang buka, kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama'ah. Setelah sholat maghrib, dilanjutkan dengan sholat ghaib yang diperuntukan untuk almarhum kakek H. Mohammad Yusuf S. dan H. Sirathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buka puasa yang disponsori langsung oleh Dewan Pengurus FK-Baiquni cukup semarak. Santapan ala lesehan tak mengurangi nuansa keakraban ramadhan. setelah buka bersama, dilanjutkan dengan acara pelantikan pengurus sekaligus sarasehan bersama ibu Pipiet, seorang lulusan fakultas pertanian di salah satu Universitas terkemuka di Belanda. Para partisipan cukup antusias mendengarkan penjelasan ibu Pipiet. ibu yang baru saja dipinang oleh salah seorang senior Majlis Hikmah Fk-Baiquni itu berhasil mengungkap lika-liku studi di Eropa, terutama pengalaman studi beliau di Belanda. Dialog ringan atau Curhat Santai itu sekali-kali diselingi gelak tawa dari partisipan. Suasana keakraban tentunya mengiringi jalannya dialog singkat tersebut hingga akhirnya acara tersebut usai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tersebut cukup menyita waktu, hingga aku sendiri terpaksa sholat tarwih di rumah.. setelah sholat, aku langsung terbaring di atas kasur itu. Capek membuatku mengantuk, hingga akhirnya aku tertidur pulas...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-5461283688656195884?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/5461283688656195884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/5461283688656195884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/10/21-ramadhan.html' title='21 ramadhan..'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-8207180754486058296</id><published>2007-09-22T17:34:00.002+02:00</published><updated>2007-10-07T17:27:59.827+02:00</updated><title type='text'>Hari Ketujuh...</title><content type='html'>Ada kabar buruk.. berita duka dari kampung halaman. Kakek tercinta telah dipanggil ke hadirat sang Pencipta hari ini, beliau pergi untuk bertemu Rab-Nya, untuk selama-lamanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua buah sms yang aku terima, yang pertama dari Bapaku dan yang kedua dari anak bungsu kakeku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hudri, Innalillahi Wainnailaihi Raajiun, Abba telah berpulang ke rahmatullah jam4 sore pas shalat ashar...Doakn Abba smg d beri t4 yg terbaik oleh Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"innalillahi wainna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia ayahanda h.moh.yusuf.s pada hari ini 16.00 -saiful-"&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedih.. berita itu membuat hati pilu.. serasa baru kemarin aku meninggalkannya, serasa baru kemarin aku mencium kedua tangannya.. sentuhannya masih terasa, meski tangannya kasar, tapi begitu lembut terasa. Aku tak pernah tahu kalo itu pertemuan terakhirku dengannya. 4 tahun berpisah, ternyata telah membuatnya terlalu lemah untuk menungguku kembali. Seharusnya aku pulang menemuinya sebelum ia pergi meninggalkan dunia fana ini.. tapi apa daya, aku jauh di negeri orang, aku tak sempat lagi ikut melayat kepergiannya. Hanya iringan doa yang senantiasa kupanjatkan, semoga kita semua kelak berkumpul kembali di surga, bersama-sama dalam karunia Ilahi... Amiiin ya Rabbal a-lamin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-8207180754486058296?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8207180754486058296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8207180754486058296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/hari-ketujuh_22.html' title='Hari Ketujuh...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-3892472331861257550</id><published>2007-09-18T20:41:00.000+02:00</published><updated>2007-09-22T17:31:13.275+02:00</updated><title type='text'>Hari Keenam...</title><content type='html'>Tak terasa, sungguh tak terasa.. hari ini sudah hari keenam puasa. Tak banyak yang berubah, masih saja seperti hari-hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa hari ini berjalan apa adanya, tak banyak aktifitas yang kulakukan. Aku lebih banyak berdiam diri di rumah. Semalam, aku menyempatkan diri menelpon ke rumah, di Kal-Tim. Ada ibuku di sana beserta keluarga yang lain. "Abba sakit parah, penyakit mahnya kambuh, coba kamu hubungi dia", kata Ibu. Aku tak ingin berlama-lama, kucatat no. hp-nya dan kemudian kuhubungi.. Nomor hp-nya tidak bisa dihubungi, sedang tidak aktif. Karena penasaran, kucoba menghubungi ibu kembali... "ini ada Abba di sini, bicaralah", kata ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang sempat kudengar darinya.. hanya beberapa penggal kata. Kutanya kabarnya, "penyakit mah Abba kambuh Nak!"... katanya. Aku masih sempat menyarankan kepadanya untuk minum obat yang aku kirim. "cara minumnya gimana Nak?", tanya beliau. Masih sempat kujelaskan hingga akhirnya pembicaraanku terhenti karena ia tak bisa mendengarku dengan baik. Koneksi putus-putus... Ibu mengambil alih.. "Dadanya Abba sesak!", kata ibu. Ibu sempat menceritakan panjang lebar tentang penyakit Abba, tentang dia pingsan dua kali, dan anak cucunya semua panik, hingga dikira beliau telah meninggal....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uppss.. kututup pembicaranku dengan Ibu, dia memintaku banyak2 mendoakan Abba.. waktu sahur pun hampir tiba. Bersama rekan serumah, kami sahur sambil menunggu imsak tiba. Setelah shalat subuh, semua terlelap..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-3892472331861257550?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/3892472331861257550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/3892472331861257550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/hari-keenam.html' title='Hari Keenam...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-8876934331658187199</id><published>2007-09-17T16:33:00.000+02:00</published><updated>2007-09-18T03:06:31.043+02:00</updated><title type='text'>Hari Kelima...</title><content type='html'>Wah... hari kelima mi lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat kabar; kakek sakit, penyakit mahnya kambuh&lt;br /&gt;Buka puasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maidah rahman &lt;/span&gt;di mesjid Ar-Rahman&lt;br /&gt;Tarwih di As-Salam...&lt;br /&gt;Ke rumah Ammu Jon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-8876934331658187199?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8876934331658187199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8876934331658187199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/hari-kelima.html' title='Hari Kelima...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-296914313801007546</id><published>2007-09-16T15:53:00.000+02:00</published><updated>2007-09-18T02:15:51.311+02:00</updated><title type='text'>Hari Keempat...</title><content type='html'>Tak terasa.. hari keempat sudah. Alhamdulillah puasaku masih perawan (belum bolong maksudnya), semoga saja bisa terus bertahan hingga penghujung ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tau harus menulis apa hari ini, tak banyak yang tersimpan di memoriku, hanya beberapa rentetan aktifitas yang sempat kucatat. Entah kenapa, semakin hari semangatku semakin menurun... aku berharap, semoga saja ini hanya awal dari sebuah perjuangan panjang yang melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku lebih banyak berdiam diri di rumah sambil mengotak-atik komputer. Sekali-kali diselingi chat dengan teman-teman di dunia maya untuk sekedar bertutur sapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ramadhan Karim" &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kullu sanah wa hadratek Tayyeb" &lt;/span&gt;dengan mereka&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt; Seharian di rumah tanpa sebuah aktifitas berarti membuatku tak betah. Hingga menjelang buka puasa, kuputuskan untuk ikut shalat tarwih di Madinat Nasr, tepatnya di mesjid As-Salam. Mesjid yang berdiri tegak tepat di sisi jalan itu, cukup diminati banyak orang. Meski terkesan shalat tarwihnya lama dan bisa membuat lutut siapa saja bergetar, namun ia tetap saja ramai dikunjungi orang-orang. Tak hanya orang Mesir, tapi kalangan mahasiswa-mahasiswi asing pun ikut membanjiri hingga pelataran mesjid itu. Mungkin karena bacaan Imamnya yang  menarik dan enak di hati, itu kesan yang kutangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelesaikan 8 raka'at, sempat membuat mataku berkunang-kunang dan lututku ikut bergetar.. tapi aku ingin bertahan. Ada perasaan malu menyelimutiku, ketika kuliat seorang bapak tua dengan penuh semangat bertahan hingga shalat tarawih usai. "Dia sudah tua, tapi bisa bertahan hingga di penghujung juz 5", begitu pikirku. Sementara aku, yang jauh lebih muda darinya harus KO sebelum shalat tarawih bubar. Ah.. Andai saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, aku langsung menuju mahattah. Aku ingin segera pulang ke rumah, sepertinya mataku sudah tidak bisa kompromi lagi. Mungkin karena kelelahan atau mungkin juga karena kekenyangan.. Entahlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-296914313801007546?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/296914313801007546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/296914313801007546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/hari-keempat.html' title='Hari Keempat...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-9161261503724291349</id><published>2007-09-15T22:59:00.000+03:00</published><updated>2007-09-18T03:38:57.639+02:00</updated><title type='text'>Hari Ketiga...</title><content type='html'>apa lagi hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak banyak perubahan yang terjadi, hanya beberapa rutinitas yang sempat kujalankan. Dari sahur hinnga berbuka... Namun, aku ingin menceritakan tentang pengalaman tarawihku malam ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, aku shalat tarawih di mushallah kecil dekat rumah. Di samping karena aku lagi malas keluar, efisiensi waktu juga lebih hemat. Shalat tarawih berjalan seperti biasanya, tak ada perubahan, tetap 8 raka'at plus witir 3 raka'at. Namun, ceramah Syekh-lah yang membuatku bersemangat.. ini yang ingin aku ceritakan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan beberapa point penting tentang kesempurnaan bulan suci Ramadhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama;&lt;/span&gt; di bulan suci ramadhan, semua kitab samawi diturunkan. Suhuf Ibrahim diturunkan pada awal ramadhan. Kitab Taurat diturunkan pada hari ke-6 ramadhan. Sementara kitab Injil diturunkan pada 13 ramadhan dan kitab Tzabur diturunkan pada malam 18 ramadhan. Al-Qur'an sendiri, yang merupakan kitab suci umat Islam sekaligus penutup semua risalah samawi diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua;&lt;/span&gt; bahwa di dalam bulan ramadhan, kita disunnahkan untuk sahur. Beliau mengutip hadits Nabi yang mengatakan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sahurlah kalian, karena di dalam sahur itu terdapat berkah". &lt;/span&gt;Beliau mengungkapkan bahwa berkahnya sahur tidak hanya terdapat pada makanan yang kita makan, bahkan menurut hadits Nabi, sebiji kurma pun cukup untuk menahan lapar sehari penuh. Namun beliau menekankan bahwa sahur itu berberkah karena beberapa hal, di antaranya;&lt;br /&gt;1. Karena pada waktu sahur, Allah menyeru langsung hambanya untuk menyembah kepadanya.&lt;br /&gt;2. Karena pada waktu fajar, Allah menebar berkah dan rahmat kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;3. Karena saat itu, sangat jarang hamba Allah yang mau bersujud kepada-Nya.&lt;br /&gt;4. Karena shalat sunnah dua raka'at sebelum fajar subuh, lebih baik dari dunia dan seisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tarwih ditutup dengan kuis tebak ayat al-Qur'an. Seorang jama'ah yang dengan fasih menjawab pertanyaan yang disodorkan, berhak tersenyum puas dengan membawa pulang sebuah mushaf al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masya Allah... sungguh besar rahmat-Mu... sungguh luas kasih-Mu.. sungguh indah nikmat-Mu...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-9161261503724291349?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/9161261503724291349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/9161261503724291349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/hari-ketiga.html' title='Hari Ketiga...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-1064285257731764145</id><published>2007-09-14T17:40:00.001+03:00</published><updated>2007-09-15T22:57:32.024+03:00</updated><title type='text'>Hari Kedua...</title><content type='html'>Ada apa hari ini!!??&lt;br /&gt;Aktifitas sahur tentunya tak pernah terlewatkan. Menjelang subuh aku sudah terjaga, takut imsak segera tiba... seperti biasa, aku bersama rekan serumah, sahur ala mahasiswa, tentunya tak semewah sahur pejabat. Namun, kata Syekh, yang terpenting adalah berkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sahur, aku mencoba mencari kesibukan. Kubuka lembaran qur'an, tiba-tiba ada perasaan risih menyindirku. Entah kenapa, aku malu dengan diriku sendiri. Sejak kecil aku sudah diperkenalkan dengannya, namun hingga kini ia masih saja terasa asing bagiku, seolah aku baru saka bertemu dengannya hari ini. Ah.. perasaan itu selalu saja membuatku miris. Aku berharap perasaan itu segera hilang, hanyut dalam dekapan cinta bulan al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imsak pun tiba, panggilan adzan menyadarkanku dari renungan sesaat. Aku tak ingin melewatkan kesempatan langka ini. Karena katanya, di waktu fajar, Allah memanggil hambanya. Karena di waktu fajar, Allah menebar berkahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang kulakukan hari ini!!??, ah.. aku minus hari ini. Waktuku lebih banyak terbuang di atas kasur, entah kenapa tiba-tiba kebiasaan buruk itu mendekapku lagi, seolah tak rela aku meninggalkannya. "Ya Allah, jauhkanlah hambamu ini dari sifat malas dan berkeluh kesah"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat dzhur, kusempatkan diri buka-buka buku. Sudah terlalu lama buku-buku itu bertumpuk penuh debu. Sebuah buku kecil karya DR. Abdullah Kamil menarik perhatianku. Judulnya "Kalimat Hadi'ah fi Ziarah wa Syiddat ar-Rahil", sebuah buku kecil yang perlu perhatian besar. Tak banyak yang kupahami, hanya beberapa kesimpulan tentang ziarah kubur ke makam Nabi Muhammad SAW. buku tersebut menceritakan tentang bolehnya memohon ampun kepada Allah lewat Rasulullah SAW. Bahkan setelah beliau wafat pun, banyak sahabat yang datang ke kuburnya untuk memohon ampun atas segala dosa-dosa mereka. Pernyataan tersebut diperkuat dengan ayat al-Qur'an (an-Nisa: 64) dan sunnah yang shahih.. Menurutnya, itulah salah satu keistimewaan yang dimilki oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang kulakukan!!??, buka puasa.. ya buka puasa. Aku tak keluar hari ini, buka puasa pun kulewati di rumah saja. Setelah shalat maghrib di mushallah kecil di bawah rumah, entah kenapa tiba-tiba sekujur tubuhku terasa lemas. Aku langsung terbaring hingga terlelap... Ya Rab, aku tak sempat lagi shalat tarawih berjama'ah... aku baru tersadar ketika pintu depan digedor oleh seseorang. Aku pun baru tersadar kalo jama'ah shalat tarwih telah bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan kurang stabil, aku tetap menyempatkan diri untuk shalat tarawih di rumah, meski hanya dengan bacaan pas-pasan dan tentunya pahalnya tak sebanding dengan pahala jama'ah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja mungkin yang sempat kutulis hari ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-1064285257731764145?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1064285257731764145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1064285257731764145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/hari-kedu.html' title='Hari Kedua...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-1463592416706690499</id><published>2007-09-13T15:52:00.000+03:00</published><updated>2007-09-14T17:37:10.515+03:00</updated><title type='text'>The First Day...</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;&lt;span style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ألَّلهُمَّ إِنِّى أَسئَلُكَ حُبَّكَ وحُبُّ مَن يُحِبُّكَ والعَمَلُ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;&lt;span style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;أَلَّلهُمَّ اجعَل حُبَّكَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِن نَفسِى وَ أَهلِى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Hari ini hari pertama puasa, tak banyak yang aku lakukan. Hanya beberapa kegiatan rutin puasa yang coba kurealisasikan... mulai dari kegiatan sahur hinnga buka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal imsak awal-awal puasa cukup ketat. Ketika jam menunjukan pukul 4 subuh, pertanda imsak sebentar lagi tiba.. sama seperti hari ini.. jam 3.35 kami baru makan sahur, daging pembagian muhsinin Mesir jadi santapan sahurnya.. lumayan meski sahur bak dikejar musuh.. cepat2 takut kena imsak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba imsak, aku turun di mushallah dekat rumah. Di sana sudah ramai jama'ah yang ingin ikut mendulang emas di bulan suci.. tak seperti biasanya, mushallah kecil itu dipadati jama'ah seperti hari ini, hampir tak ada celah yang kosong. Kumpulan jama'ah shalat subuh berubah menjadi barisan-barisan rapih yang disiplin ketika imam mulai memimpin shalat jama'ah. Setelah shalat subuh, seorang Ustadz mengisi waktu luang tersebut dengan siraman rohani. Kisah tentang sahabat Abu Thalhah yang bermimpi melihat dua orang sahabat Rasul masuk surga (1 karena pahala syahid, yang satu karena memuliakan bulan ramadhan) menjadi alur kisah yang menarik. Jama'ah nampak puas dengan suguhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari mushallah, aku langsung tidur.. karena jatah tidur malamku kupake berjaga-jaga semalamam.  Jam 10 pagi aku baru bangun,  kucari  kesibukan-kesibukan..  kubuka  komputer, ada beberapa file kitab hasil download-tanku semalam yang masih berserakan. Kubuka satu-satu, kupelototi satu persatu... ada banyak pelajaran berharga di sana. Ada buku tentang "Qiyamu Ramadhan" karya Syekh Nasruddin al-Bani, ada juga kitab "Sifat Shaum en-Nabi fi Ramadhan" karya Salim bin Ied el-Hilaly dan Ali Hasan Ali Abd. Hamid serta beberapa kitab kumpulan doa-doa lainnya. Setelah itu, kucoba buka-buka al-Qur'an, sudah lama rasanya ia tak kusapa, sambil menunggu waktu berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya hari ini, aku mau ikut buka bersama di Baruga. Karena hari ini ada buka puasa bersama anak-anak Aceh. Namun sial, aku baru tersadar ketika jam sudah menunjukan pukul 5.30 sore. Cepat-cepat aku ke mahattah.. sampai adzan berbuka, tak satu pun el-tramco lewat. Ya.. terpaksa deh buka puasanya telat. Namun karena sudah terlanjur jalan, aku tetap bersabar hingga akhirnya ada juga el-tramco kosong lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Baruga, orang-orang sudah selesai shalat maghrib berjama'ah. Banyak sekali orang di sana. Tapi syukur aku belum telat... Setelah berbuka, kusempatkan diri ke Rab'ah, rencana mau shalat tarawih di sana, di sebuah mesjid yang mengabadikan nama seorang sufi perempuan, Rabi'ah el-Adaweyah. Mesjid tersebut cukup diminati oleh orang-orang Asia, terutama di bulan ramadhan. Di samping karena shalat tarwihnya ala Indo alias cepat, bacaan imamnya juga luar biasa... betul-betul menggugah hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya Rab... kupinta cintamu dan cinta orang-orang yang mencintaimu serta amalan-amalan yang mengantarkanku menuju cintamu. Jadikanlah cintaku kepadamu melebihi cintaku kepada diriku dan keluargaku" Amin Ya Rabbal Alamin...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-1463592416706690499?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1463592416706690499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/1463592416706690499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/first-day.html' title='The First Day...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-7681413309493758144</id><published>2007-09-13T00:03:00.000+03:00</published><updated>2007-09-13T01:03:46.032+03:00</updated><title type='text'>Awal Ramadhan,  Awal Yg Baik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hari ini rabu, 30 sya'ban 1428 H, serentak kaum muslimin di seluruh penjuru dunia menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Besok mereka akan puasa. Meski ada sedikit perbedaan tentang awal puasa di beberapa negara muslim, namun itu tidak menjadi pemicu perpecahan di antara mereka. Semua dalam satu alunan dan perasaan, semua berbondong-bondong menyambut kedatangan bulan suci yang penuh berkah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hari ini, awal aku Tarawih. Meski hanya sempat tarwih di mushallah dekat rumah, tapi bagiku, itu sudah lebih dari cukup.. ada banyak hal yang menggelitik di sekelilingku. Sejak sore, penanggungjawab mushalah sudah memasang lampu-lampu hiasan di sekitar mushallah. Para jama'ah juga sibuk membantu memasak tikar-tikar di sekitar taman depan Mushallah. Rencananya, kita akan shalat berjama'ah di situ. Antusias jama'ah yang datang untuk shalat tarwih luar biasa. Mushallah kecil yang terletak di samping rumah, berubah menjadi sebuah pemandangan yang menakjubkan. Sekelompok jama'ah, dari yang kecil hingga yang sudah jompo menyatu dalam alunan ayat suci, tak ada yang mau ketinggalan. Ah.. pemandangan yang luar biasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selesai shalat tarwih 4 raka'at, sejenak imam berhenti. Seorang bapak berperawakan agak gemuk dan berkacamata mengambil alih jama'ah. Seperti tradisi-tradisi yang ada, beliau menyampaikan wejangan rohani. Hadits-hadits tentang keutamaan bulan suci ramadhan pun megalir deras dari mulutnya, cukup akurat. Kisah bagaimana nabi menyambut bulan suci ramadahan serta kebiasaan-kebiasaan beliau di dalamnya turut memperkaya ceramahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Yang unik, di sela-sela ceramahnya, nampak dua orang bocah sibuk membagi-bagikan minuman kepada jama'ah. Dengan hanya bermodalkan satu gelas, mereka bolak-balik menawarkan minuman kepada jama'ah. Tak sedikit yang simpatik, bahkan tanpa mengenal lelah, bocah tersebut berlari-lari mengantarkan minuman. Seolah mereka ikut menikmati irama cinta bulan suci. Setelah selesai, mereka tersenyum, ada kepuasan tergambar di wajah mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah mengakhiri ceramahnya, sang Imam melanjutkan shalat tarawih. Bacaan Imam yang menggugah hati turut mewarnai gejolak jiwa yang sedang tersenyum. Ya.. karena bahagia dipertemukan kembali dengan bulan yang sarat dengan makna. Lantunan ayat suci, tak terhenti hingga tiba di penghujung akhir juz 1. Semua tersenyum merdeka.. ini adalah awal yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kebanyakan di negara-negara Arab, pemandangan seperti ini bukan hal baru lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi di Mesir, tempat aku bermukim saat ini. Setiap kali ramadhan datang, toko-toko dihiasai dengan berbagai hiasan bernuansa ramadhan. Sepanjang jalan pun dipenuhi dengan lampu warna-warni yang gemerlapan. Dan yang terpenting, di setiap mesjid, lantunan ayat suci diperdengarkan. Bahkan, mereka berlomba-lomba mengkhatamkan ayat suci al-qur'an secara sempurna hingga penghujung bulan penuh berkah ini. Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"  style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tajammu Permai, 30 Sya'ban 1428 H.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-7681413309493758144?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/7681413309493758144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/7681413309493758144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/09/awal-ramadhan-semoga-jadi-awal-yg-baik.html' title='Awal Ramadhan,  Awal Yg Baik'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-6155121601608886372</id><published>2007-01-09T02:33:00.000+02:00</published><updated>2007-01-20T00:55:20.114+02:00</updated><title type='text'>Saddam; Eksekusi Mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0xjJrAZ8pUE/RbFMPPRrhsI/AAAAAAAAAH8/LlAzx2dML0I/s1600-h/Helwan%2B%281%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_0xjJrAZ8pUE/RbFMPPRrhsI/AAAAAAAAAH8/LlAzx2dML0I/s320/Helwan%2B%281%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021878884177249986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;Di Hari Idul Adha yang suci, darah binatang ternak menjadi simbol kurban. Namun, kenapa hari ini harus manusia yang menjadi tumbal. Di hari yang suci ini, kenapa harus mengulang kembali tradisi lama, membunuh manusia. Bukankah Tuhan telah menghapus tradisi itu lewat tangan nenek kita Ibrahim. Ah... aku tak pernah bisa mengerti... &lt;/span&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk sekedar mengenang, bahwa Saddam telah mati... di eksekusi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Kairo, 30 Desember 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-6155121601608886372?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/6155121601608886372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/6155121601608886372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2007/01/saddam-eksekusi-mati.html' title='Saddam; Eksekusi Mati'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_0xjJrAZ8pUE/RbFMPPRrhsI/AAAAAAAAAH8/LlAzx2dML0I/s72-c/Helwan%2B%281%29.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-5043989569492576992</id><published>2006-12-22T19:58:00.000+02:00</published><updated>2007-01-20T02:06:17.656+02:00</updated><title type='text'>Jumat Berkabut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0xjJrAZ8pUE/RbFckPRrhtI/AAAAAAAAAII/j9G5Go8Xkng/s1600-h/kabut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 270px; height: 211px;" src="http://bp2.blogger.com/_0xjJrAZ8pUE/RbFckPRrhtI/AAAAAAAAAII/j9G5Go8Xkng/s320/kabut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021896837140547282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok masih gelap, padahal udah jam 7.30 pagi?" kata Azwar. "Coba buka jendela", pintaku. Azwar mencoba memandang keluar, "hah... kabut tebal, gak ada yang keliatan?" kata Azwar setengah berteriak. "Ah, masa seh!". "Liat aja sendiri", katanya. ehmm.. Dari atas apartemen lantai 4 tempatku tinggal, aku mencoba melihat ke sekelilingku, yang nampak hanya gumpalan kabut tebal disertai hawa dingin menyelimuti imarah-imarah (rumah orang Mesir) yang berjejer tegak. Tajammu berkabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersama beberapa temanku, tinggal di sebuah kawasan "kampung" elite yang terletak di sudut kota Kairo. Orang-orang yang tinggal di daerah pinggir kota Kairo biasa menyebut kawasan tempat tinggalku "Tajammu Awwal" atau "Qahirah Jadidah". Kawasan ini terhitung masih baru, peminatnya pun masih kurang, terutama dari kalangan mahasiswa. Karena di samping jarak ke kuliah cukup jauh, kawasan ini juga terkesan masih sepi. Namun, orang-orang sepertiku lebih memilih tinggal di tempat seperti ini -bukan karena aku asli orang kampung- karena suasana kawasan ini sangat kondusif untuk bersufi ria. Di samping tenang, lalu lalang kendaraan juga masih jarang, sewa apartemen pun relatif murah. Meski sepi, kawasan ini bisa dikatakan kawasan elit, karena di sepanjang jalan memasuki kawasan ini, anda akan disuguhi pemandangan vila-vila elit, baik yang masih dalam proses pembangunan atau yang sudah berjejer rapi menebar pesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat musim dingin tiba, di kawasan yang masih dikelilingi padang sahara ini, cuaca dingin akan menjadi teman sejati di sepanjang hari. Selimut dan kasur tebal pun menjadi senjata paling ampuh. Di daerah perkotaan, sedikit lebih melegakan, karena di musim dingin persediaan air hangat terjamin, di samping karena persediaan gas tabi'i yang tak pernah habis, rata-rata apartemen yang disewakan dilengkapi dengan sahanah (pemanas air), tapi dengan sewa yang melangit, hanya orang-orang yang berkantong tebal yang bisa bertahan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, -tidak seperti biasanya- aku tidak tidur pagi. Maklum, semalam aku sudah mengambil jatah tidurku dari maghrib sampe jam 11 malam, setelah kemarin siang sibuk mengotak-atik kamarku yang sudah out of date. Teman-teman serumahku yang lain pada sibuk persiapan exam term I, sementara aku hanya tinggal di rumah, gak kuliah gak kerja. Untuk sementara aku jadi pengangguran. eHmmm... sebanarnya enak juga seh, tapi lama-lama jadi bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi aku dikagetkan oleh adek kelasku yang baru beberapa bulan bermukim di Kairo. "Di luar berkabut!" teriaknya. Ya wajar, namanya juga anak baru, pemandangan seperti ini terbilang langka. "Hei, anak-anak di Jihaz pada keluar photo-photo, jalanan semua tertutup kabut", teriak si Wahyu yang tiba-tiba muncul dari gumpalan kabut putih dari bawah imarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita keluat photo-photo yuk!", Azwar mengiyakan. Aku hanya senyum-senyum sambil terus mengotak-atik program di Komputer temanku. Kubuka jendela lebar-lebar, menanti sinar mentari pagi datang. Pukul 8.30, kabut sudah mulai reda, anak-anak juga sudah datang. Mereka beli 'full wa Isy Baladi wa To'miya'. eHmm... Mo coba... yang ini makan khas orang Mesir. Meski penampilannya kurang menarik, tapi kalo diolah dengan baik akan berubah menjadi makanan khas yang bisa bikin ketagihan. Ehmm... Wallahika, enak tauwwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajammu Permai, 22 Desember 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-5043989569492576992?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/5043989569492576992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/5043989569492576992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/12/jumat-berkabut.html' title='Jumat Berkabut'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_0xjJrAZ8pUE/RbFckPRrhtI/AAAAAAAAAII/j9G5Go8Xkng/s72-c/kabut.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-8632196116247103700</id><published>2006-12-03T16:47:00.000+02:00</published><updated>2007-01-18T20:51:44.236+02:00</updated><title type='text'>Mengenangmu...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bukan &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;wajah&lt;/span&gt;mu yang kupuja, karena itu bisa menipu.&lt;br /&gt;Bukan &lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;kekayaan&lt;/span&gt;mu yang kudamba, karena itu bisa menghilang.&lt;br /&gt;Aku hanya butuh seorang &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;teman&lt;/span&gt; yang selalu bisa membuatku tersenyum.&lt;br /&gt;Teman dimana aku dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai tanpa terucap sebuah kata dan kemudian berjalan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-8632196116247103700?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8632196116247103700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/8632196116247103700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/12/yang-kupuja.html' title='Mengenangmu...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-4270027051657422625</id><published>2006-11-25T14:14:00.000+02:00</published><updated>2006-11-25T14:19:52.151+02:00</updated><title type='text'>30 Oktober 2006</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/2685/4505/1600/496084/30%20-%2010%20-%2006.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" height="159" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/2685/4505/200/303345/30%20-%2010%20-%2006.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;30 Oktober 2006 akan menjadi angka sejarah. Sejarah kecil yang perlu dikenang. Yaa.. karena angka ini telah mengalami renkarnasi menjadi salah satu catatan sejarah. Bukan sejarah dunia, tapi hanya sebuah catatan kecil dari orang kecil yang terlalu berlebihan menghargai arti sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;30 Oktober telah menjadi saksi bisu di antara gedung-gedung lusuh di kampus Azhar yang lesu. Di antara kerumunan orang yang rusuh, 30 Oktober berbisik mesra kepadaku, "alfu mabruk ya habibi, la kad najahta, inta jayyid". Kusambut lirih dengan hati berbisik "alhamdulillah, allah yubarik fik".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya Rab.. Hari ini 'katanya' aku najah, akankah ini terus terukir? Haruskah kubahagia dengan ini semua?. Aku sedih ya Rabb.. sedih sekali. Aku tak tau, kenapa di saat aku harus bahagia aku justru tersungkur sedih. Ya Rab.. Aku kecewa, kecewa sekali, kecewa pada diriku, memandang jiwaku yang masih kosong sementara aku 'katanya' sudah berhasil. Ya Rab.. kupinta kasihmu untuk hatiku yang hampa, untuk akalku yang tak faqih, allahumma faqqihni fi d-din wa allimni t-ta'wil wa j'alni min ibaadika s-shalihin" amiiin....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-4270027051657422625?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/4270027051657422625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/4270027051657422625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/11/30-oktober-2006.html' title='30 Oktober 2006'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-116420125721288857</id><published>2006-11-22T15:13:00.000+02:00</published><updated>2006-11-22T15:14:17.223+02:00</updated><title type='text'>Pemilik Math'am Itu...</title><content type='html'>"Masya Allah", mungkin penggalan kata ini yang paling pantas untuk menggambarkan sosok pemilik math'am itu. Namanya Ust. Usman, penampilannya sangat sederhana, layaknya orang-orang Arab kebanyakan. Memakai jallabiah (pakaian arab) dan serban di kepala. Matanya agak sipit mirip orang Uzbekiztan, janggotnya panjang mirip tokoh yang paling ditakuti Amerika, Osamah bin Laden. Ust. Utsman -begitu orang-orang memanggilnya- memiliki sebuah math'am (rumah makan) yang sangat sederhana. Di sebuah perkampungan yang terletak di sudut kota Kairo, yang lebih dikenal dengan nama Qattamiah, di situlah beliau mendirikan math'am. Dari penampilan luar, math'am ini tidak memiliki keistimewaan apa-apa, orang-orang yang singgah untuk sekedar mengisi perut pun kebanyakan kalangan kelas menengah ke bawah. Sangat sederhana. Kalo dibanding dengan math'am-math'am di Indonesia, mungkin setara dengan "warung pojok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa yang menyangka, kalo ternyata math'am sederhana tersebut menyimpan segudang keunikan. Layaknya math'am-math'am di Mesir, math'am ini dikelola oleh seorang juragan ditemani beberapa pekerja yang menyajikan makanan khas Mesir. Namun, ada hal unik yang menggelitik di math'am ini. Di bagian luar, terpampang sebuah tulisan, "Math'am fi sabilillah, allahummah khlif ala man bazal". Di bagian pelataran math'am, kursi-kursi dan meja makan diatur rapi. Di dalam math'am sendiri, suasananya tak jauh beda dengan suasana di luar. Kursi dan meja makan, serta sebuah dapur saja yang menghiasinya. Namun, kesederhanan itu semua tiba-tiba berubah menjadi sebuah ketakjuban yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menyangka, kalo ternyata pemilik math'am itu sangat baik hati, religi, dan sangat peduli pada sesama. Hari itu, Jum'at, 3 Nopember 2006 / 11 Syawal 1427 H. Aku kebetulan nginap di rumah seorang teman yang tinggal di daerah tersebut. Setelah sholat jum'at, mereka mengajakku ke sebuah math'am yang konon tiap tahun memberikan musa'adah (bantuan) untuk para mahasiswa. Yaa.. karena diajak, aku ikut saja. Berharap bisa kebagian rezeki juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana, ternyata telah berkumpul sekitar 100 orang mahasiswa. Kabarnya, pemilik math'am sebelumnya telah meminta kepada salah seorang perwakilan mahasiswa untuk menulis nama-nama mahasiswa yang tinggal di daerah tersebut. Maklum, daerah ini termasuk salah satu yang paling banyak mahasiswa Indonesianya. Di samping memang karena sewa apartemen lebih murah, suasana perkampungan tersebut juga sangat kondusif untuk melahap habis muqarrar (diktat kuliah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemandangan yang luar biasa",  kesan itu mungkin yang pertama kali menusuk ke hatiku. Sekitar 90 orang mahasiswa sedang duduk rapi menikmati hidangan dari sang pemilik math'am. "Kok pada makan seh", tanyaku pada salah seorang teman. "ini makan gratis", jawabnya. HAH... aku hampir tak percaya, "apa pemilik math'am ini gak takut rugi yaa???, 90 orang itu gak sedikit", gumamku dalam hati. Di negeri kita, siapa yang mau berbuat seperti itu. Jarang sekali, bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Tapi kenyataan yang kuliat hari ini sungguh di luar perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemilik math'am keluar dengan senyum akrab, "tha'am?", tanyanya pada beberapa mahasiswa yang duduk di luar. "khalas ya ustadz, ihna sha'imin", jawab beberapa mahasiswa. Beberapa anak-anak Mesir ikut nimbrung makan, ibu-ibu Mesir -yang standar hidupnya sangat sederhana- ikut kebagian ajakan sang pemilik math'am. Beberapa mahasiswa yang sudah menyelesaikan santap siangnya, nampak mulai keluar. Aku pikir mereka semua akan berlalu pulang. Namun, lagi-lagi aku harus membisu takjub. Tiba-tiba Sang pemilik math'am keluar mengawasi mahasiswa yang mulai berhamburan, "istanna suwaiyya, Duktur Ghay!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selasai makan, Ust. Usman mulai menyebut nama-nama yang telah diserahkan oleh perwakilan mahasiswa kepadanya. Satu persatu dipanggil. "Agwas", panggilnya. Mahasiswa yang lain tertawa. Nama 'Agwas', seharusnya dipanggil 'Agus'. Maklum, orang Mesir kadang-kadang kesulitan menyebut nama-nama orang Asia. Setelah selesai memeriksa nama-nama mahasiswa, sebagian berkumpul di dalam math'am, sebagian lagi berdiri di luar karena di dalam tidak muat. Lagi-lagi sesi takjub ketiga harus meronta dalam jiwaku. Ust. Usman mulai memberi wejangan. "Isbir Nafsak", ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal hingga akhir, aku harus tertunduk malu. Ust. Usman betul-betul memukau. Dia banyak mengungkap hadits-hadits serta ayat al-quran dengan fasih, yang aku sendiri tidak hapal. Dengan bahasa fushahnya yang cukup fasih, beliau mencoba memahamkan mahasiswa. Di Mesir, sangat jarang orang bisa berbahasa fushah selancar dia. Bahkan mahasiswa-mahasiswa Mesir di Universitas Al-Azhar mayoritas menggunakan bahasa ammiyah sebagai bahasa pergaulan dan metode kuliah ketimbang bahasa fushah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masya Allah", lagi-lagi aku harus berguman kagum sembari tertikam malu. Pesan-pesan religinya membalut jiwa. "Jadikanlah al-quran dan sunnah Nabi sebagai pegangan", pesannya. Bagiku, ini sudah lebih dari cukup. Cukup membuatku malu, cukup membuatku takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tafaddal ya Duktur!", seorang Bapak dengan penampilan "wah" masuk ditemani seseorang. "Duktur ini ingin menyumbang mushaf al-quran dan uang untuk kalian, pahalanya diperuntukan buat ayahandanya yang telah berpulang ke rahmatullah", kata Ust. Usman setelah menyelesaikan ceramahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masya Allah". Di Mesir, dermawan seperti orang ini cukup banyak. Mereka senang menyumbang untuk para mahasiswa, namun kadang-kadang kebaikan mereka dianggap sebagai upaya untuk membiayai teroris oleh para pejabat rezim Mubarak. Entah kenapa, aku sendiri tak pernah tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkadang mencoba meraba-raba, menerka-nerka. Mungkin karena sejarah silam Mesir kebanyakan bermula dari tempat-tempat seperti ini, math'am atau magha (kafe). Tempat-tempat ini bukan sekadar tempat santai. Revolusi rakyat pun konon digodok dari kedai-kedai ini. Syekh Jamaluddin al-Afghani misalnya, memulai revolusi 1919 di kafe Mitatia yang terletak di bundaran Atabah, muara Jalan Muski, Kairo. Disusul kemudian oleh murid-muridnya, diantaranya Syekh Muhammad Abduh (pelopor pembaruan keagamaan serta mufti Mesir ternama), Abdullah al-Nadim yang nantinya dijuluki 'Khathîb al-Tsawrah' (Orator Revolusi 1919). Serta yunior Abduh di Al-Azhar, bernama Saad Zaghlul. Kelak Zaghlul-lah yang menjadi tokoh utama revolusi 1919 dan perdana menteri pertama Mesir. Serta masih banyak tokoh masyhur lainnya yang terlahir dari tempat-tempat seperti ini. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tajammu Permai, 12 Syawal 1427 H / 4 November 2006 M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-116420125721288857?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116420125721288857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116420125721288857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/11/pemilik-matham-itu.html' title='Pemilik Math&apos;am Itu...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-116232289267057234</id><published>2006-10-31T21:25:00.001+02:00</published><updated>2006-10-31T21:28:12.683+02:00</updated><title type='text'>Gattuso, Ma'a s-Salamah...</title><content type='html'>Sosok yang akrab, penampilan yang khas menjadikan ia lebih kental dengan siapa saja.Dia dikenal sebagai orang yang paling over kalo main bola, apalagi kalo ketemu lawan bebuyutannya. Uhhh... bakal terjadi perang. Tapi sosok yang keras tidak pernah membuatnya angkuh, justru watak itulah yang membawanya ledih dekat dengan siapa saja. Di KKS siapa yang tak kenal dia, mendengar nama saja akan menimbulkan banyak kesan. Kesan yang sangat variatif. Katanya seh "Orangnya keras, gw takut kalo dengar suaranya, jangankan ketemu langsung, lewat telpon aja langsung merinding" kisah salah seorang teman. "Kalo ada dia, biasanya abis makan, kita langsung disuguhi syae hangat", akan banyak kesan yang tertoreh bagi siapa saja yang pernah bergaul dengan orang ini. Sebut saja namanya "GATTUSO", aku juga tak pernah tau pasti kenapa mesti di panggil GATTUSO??? padahal nama aslinya kan bagus, persis nama Bapakku, ABD. RAHMAN. Heeeheheheeee....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ala kulli hal, menggambarkan sosok GATTUSO mungkin cukup rumit, setiap orang akan menyatakan kesan yang berbeda. Tapi yang jelas bagiku dia orang yang sangat baik, suka menolong -pernah pinjmakan uang untuk umrah, karena kebetulan belaiu bendahara waktu itu tapi bukan uang pribadinya, heheheeeee...- trus orangnya akrab dengan siapa saja, selanjutnya terserah anda.Yang jelas, beberapa hari yang lalu dia balik ke Indonesia. Katanya seh ala tuuul. Moga aja di Indo beliau bisa lebih aktif dan kreatif seperti saat-saat indahnya di Kairo. Dan yang terpenting, tak pernah melupakan kita-kita semua yang masih di Kairo. Moga kita semua bisa bersua kembali dalam moment2 yang indah. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kairo, 18 Juli 2005@NakMAPEK &lt;/strong&gt;&lt;a name="112163783070646996"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-116232289267057234?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232289267057234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232289267057234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/10/gattuso-maa-s-salamah.html' title='Gattuso, Ma&apos;a s-Salamah...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-116232267022140381</id><published>2006-10-31T21:23:00.000+02:00</published><updated>2006-10-31T21:24:30.223+02:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Gurunda</title><content type='html'>Subuh hari, setelah shalat subuh tiba-tiba Nokia 2100-ku berbunyi, lama sekali. Kubiarkan saja, tapi berselang beberapa saat tiba-tiba berbunyi lagi, ada Massage. Yaaa… sebuah Massage singkat tapi cukup mengagetkan. Tertulis sebuah nama gadis, ANTHI, adek kelasku dulu di MAPK. Massage itu kira-kira berbunyi begini : "Ridwan tlg smpkn sm sma alumni MAKN klo GURUTTA MUHAMMAD THALIB KARATTE tlh berplg kerahmatullah td siang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sreeeggghhhh… hatiku bergetar membaca pesan singkat itu. Serasa tak percaya dengan yang ku baca. Ahhh… apa benar GURUTTA meninggal ? Tanyaku dalam hati seolah aku dalam mimpi saja.Beberapa bulan lalu ketika aku tinggalkan MAKN beliau masih sehat-sehat saja. Ahhh… kucoba sadarkan diriku. Berselang beberapa saat setelah kuterima Massage pertama tadi, tiba-tiba hp-ku berbunyi lagi, ada pesan dari teman sekelasku dulu, tertulis sebuah nama, AHMAD. Isinya hampir senada dengan yang sebelumnya : "Ass. Inna lillahi wa inna ilahi rajiun gurutta barusan meninggal. Tolong sampaikan pada teman2". Pesan kedua ini menguatkan keyakinanku kalo GURUTTA benar-benar telah meninggalkan dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal GURUTTA, terlalu banyak yang telah kau berikan kepada kami, tak bisa kami memberikan balasan apa-apa kecuali doa. Semoga amal baik dan jasa-jasa yang telah engkau curahkan untuk agama dan kepentingan ummat mendapat balasan yang setimpal di sisi Ilahi Rabbi serta mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Amiiiiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kairo, 19 Mei 2005 &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:Edy.Ridho@NakMAPEK"&gt;&lt;em&gt;Edy.Ridho@NakMAPEK&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-116232267022140381?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232267022140381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232267022140381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/10/selamat-jalan-gurunda.html' title='Selamat Jalan Gurunda'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-116232238296920108</id><published>2006-10-31T21:18:00.000+02:00</published><updated>2006-10-31T21:21:07.780+02:00</updated><title type='text'>Milan Vs Liverpool</title><content type='html'>&lt;em&gt;Musy mumkin&lt;/em&gt;, hanya penggalan kata itu yang bisa kukatakan. Yaaa... final liga champion sudah membuktikan siapa yang terhebat, terkuat dan paling beruntung. Club Italia AC Milan harus tertunduk malu di hadapan para jumhurnya, setelah beberapa saat tersenyum puas dengan kemenangan sementaranya. Bayangkan saja, separoh permainan berhasil mereka kuasai, bahkan membuat Tim Inggris Liverpool tak berkutik sama sekali. Terbukti mereka berhasil dipecundangi dengan skor 3-0 telak pada paroh pertama pertandingan. Siapa menyangka kalo situasi akan berbalik ??? Pada babak kedua, Liverpool membalikan keadaan dengan mengambil alih permainan. Sial memang, dalam tempo yang singkat, -terhitung 6 menit- liverpool berhasil menyamakan kedudukan dengan mencetak tiga gol beruntun secara mendadak. AC Milan sama sekali tak bisa berkutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan berjalan agak berimbang hingga berakhir dengan drama adu pinalti. Lagi-lagi sial, Club yang kuidolakan sangat itu tidak berhasil menciptakan pengeksekusi pinalti terbaik bagi timnya. Terbukti, 3 pengeksekusi pinalti terbaiknya tak mampu mencebol gawang si DUDEK sialan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaa.. piala champion jatuh di tangan Liverpool. Semua serasa tak percaya dengan kenyataan itu. Karena ternyata kenyataan berbicara lain, AC Milan kalah. Liverpool menang. Bola itu bundar, kata pengamat bola yang sial. Semua bisa terjadi tanpa di sangka-sangka.Yang penting besok aku ujian bahasa inggris, dan harus sudah punya persiapan matang. Meski di Champion timku kalah, di Imtihan aku gak boleh kalah. Aku harus menang telak dan takkan membiarkan keadaan merubah kemenangan itu. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kairo, 25 Mei 2005&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;@NakMAPEK.sahabatmu.se.org&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-116232238296920108?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232238296920108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232238296920108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/10/milan-vs-liverpool.html' title='Milan Vs Liverpool'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-116232230988568093</id><published>2006-10-31T21:16:00.000+02:00</published><updated>2006-10-31T21:22:51.470+02:00</updated><title type='text'>Imtihanku...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini aku cukup tegang. Gimana tidak, hari ini adalah hari pertama aku ujian Term II, ujian Qur'an lagi + 6 Juz. Yaaa… 3 hari kupersiapkan tuk menghapal, berat sekali rasanya sampai-sampai waktu tidurku harus kukorbankan. Menghapal / Muraja'ah 6 Juz dalam waktu 3 tiga hari bukan hal gampang. Apalagi kalo memang belum hapal sama sekali. Yaaa… selama tiga hari kuhabiskan waktuku tuk menghapal. Juz 04, 05 &amp;amp; 06 yang sama sekali belum kuhapal dengan baik, mana juz 1-3 tidak pernah kuulang. Ah.. semoga allah memudahkan segala urusan hambanya… amiiiin. Hanya doa yang menjadi andalanku saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ku tatap jam dinding di kamarku, pukul 06.30 pagi. Sudah pagi ternyata, hapalanku cuma bisa kelar 2 juz + 1/2, sangat nihil tuk kujadikan senjata andalan. Tapi apa boleh buat, ku hanya mampu sampai di situ, salah sendiri tidak menghapal sebelumnya. Kucoba beristirahat sejenak di kamarku yang imut nan permai. Berselang beberapa saat, alarm yang ku stel di HP 2100 edy berdering. Waktu istirahatku habis. Aku harus siap-siap ke kuliah. Kuambil handuk yang tergantung di kamarku sambil berlalu ke hammam. Setelah mandi, aku berpakaian di kamarku terus berlalu ke dapur mencari ala kadarnya buat pengisi perutku. Untung... masih ada mie sisa bakso semalam, meski tinggal air dan mienya tapi kulahap juga. Sekedar pengisi perutku daripada harus kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berselang beberapa saat, aku keluar rumah. Tak lupa sebelumnya aku berdoa semoga segala urusanku dimudahkan oleh Allah, amiiin. Kulangkahkan kakiku menujua mahattah. Tak lama aku menunggu, 65 lewat. "darrasah?" tanyaku pada Kumsari. "la'a, bu'uts bass, hamzah wa sab'een" jawabnya. Ahh... sudah terlanjur aku naik, apa boleh buat. Sampai di bu'uts, suasana masih agak sepi, di seberang jalan hanya tampak beberapa muka tegang gadis-gadis bu'uts sambil memegang mushaf. Tak lama aku menunggu di sana, 24 jem lewat. Akhirnya, sampai juga aku di darrasah. Aku langsung menuju mesjid Azhar, tempat lahirnya para ulama, katanya. Ku ambil posisi agak tengah dan sepi dari orang-orang. Tak lama aku duduk menghapal, tiba-tiba seseorang datang mengagetkanku. Si Ary, anak baru gede yang sok mantap. "Udah hapal men?" tanyanya. Aku tak mau banyak bertingkah, kedatangannya cukup mengganguku. Aku tak bisa lagi konsentrasi menghapal, ditambah lagi sekelompok orang yang sedang mengadakan pengajian, berada tepat di depang tempat aku duduk. Tidak terlalu banyak santrinya, sejumlah orang asing juga ikut nimbrung di situ, ditambah seorang gadis Mesir yang putih dan cukup cantik, memakai gaun biru duduk tetap di depanku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa saat kemudian, jam di HP imut punya serumahku sudah menunjukan pukul 09.30, setengah jam lagi ujian di mulai. Aku bersama temanku, si Ary, berlalu ke kampus tempat ujian. Ku cari lajnahku, ku lihat nomor ujianku, terpampang disitu kalo aku ditempatkan di lajnah 29. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pukul 10.00 tepat ujian dimulai. Bismillah..... aku duduk tepat di belakang si Ary. Pengawas mengumpulkan karne mahasiswa peserta ujian sambil membagikan lembar jawaban kepada masing-masing mahasiswa. Berselang beberapa saat, soal pun dibagikan. Cukup tegang rasanya. Kuterima soal dari pengawas sambil kuperhatikan baik-baik. Ada 4 soal, ada masalah ??? hatiku cukup kecut membaca soal-soal itu, cuma ada satu soal yang bisa ku jawab pasti. Yaaa... soal nomor 3 bass. Soal nomor 1 sebenarnya cukup gampang, tapi sama sekali tak pernah kuperhitungkan. Yaaa... juz 2, tapi sayang aku tidak sempat muraja'ah ayat tersebut. Soal nomor dua 2 pun hampir sama, awal surat al-imran. Cukup gampang, tapi lagi-lagi tak sempat aku raji' ulang. Hanya nomor 3 yang jadi andalanku yang kebetulan juz 5 dan sudah kuhapal. Soal nomor 4 semakin menambah bebanku. Juz 6 yang sama sekali tak kuhapal. Yaaa... aku hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga apa yang kukerjakan hari ini tidak sia-sia disisiku dan disisi allah, yang jelas aku telah berusaha berbuat yang terbaik. Bukankah Allah mengatakan : "Sekali-kali aku tidak akan menyia-nyiakan perbuatan kalian". Amiin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kairo, 23 Mei 2005&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;@NakMAPEK.sahabtmu.se.org&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-116232230988568093?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232230988568093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232230988568093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/10/imtihanku.html' title='Imtihanku...'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36907645.post-116232207090734255</id><published>2006-10-31T21:12:00.000+02:00</published><updated>2006-10-31T21:14:30.910+02:00</updated><title type='text'>Bawwabah In Memorian</title><content type='html'>Sudah 5 hari, yaa 5 hari.... aku sudah tak tahan. Sejak malam jumat kemarin Nasr city, pinggiran kota Cairo tempat dimana aku bermukim, terkena bencana... Tak ada air, uhh, hah.. bah. Menyedihkan memang, ternyata benar air itu sumber segala-galanya, Tuhan tak pernah berbohong, dialah yang menjadikan segala sesuatunya hidup dan mati dari air. Bayangkan saja, musibah yang menimpa masyarakat dunia bagian Asia terutama Aceh, itu gara-gara air. Terlalu banyak air jadi bencana, tak ada air sama sekali juga bencana. Lagi-lagi air, ada dan tiadanya membawa malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kairo, peristiwa yang kualami saat ini bisa terbilang langka. tak biasanya air mati sampe 5 hari bahkan lebih. Serumahku bahkan sudah tak tahan hingga melarikan diri, hehehee.. lari kemana??? Bayangkan, di rumah untuk kencing aja harus pake moyah ma'daniya (air Aqua kata orang MEsir). Bahkan Hammam (WC) baunya amat menyengat, piring-piring bekas makanan berantakan di dapur. Huh... baunya. Jangankan mo masak, untuk keperluan buang air saja tak ada, apalagi buat mandi. (bau donk gak mandi, heheheee...). Ditambah lagi orang Mesir, cueknya bukan main, tapi kalo dah marah satu kampung tak ada yang bisa berhentiin.Trus, sampe kapan ini akan terjadi, di negeri Padang Pasir tanpa air gimana jadinya??? Iihhh ngeri, kaya' orang-orang Arab Jahiliyah aja. Apa harus berkelahi berebut air, atau harus jadi masyarakat nomaden lagi, harus mengandalkan kekuatan, yang kuat yang dapat. Orang arab kan kaya' gitu, Huhhh, jangan sampe deh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung masih ada perhatian dari pemerintah setempat, kalo nggak??? so mereka bawa mobil tangki berisi air, lagi-lagi Musibah,.. satu selang untuk seribu orang, gimana jadinya??? bayangkan aja orang-orang yang sudah kekeringan beberapa hari, trus tiba-tiba dapat air, apalagi orang Mesir, huh.. semua mau yang pertama, tak ada kompromi, orang asing belakangan. Aturan Tabur (antrian) gak lagi berlaku. Akhirnya main-main air deh, gak dapat air malah basah kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HEheheehee... orang Mesir kalo gak dilawan pake kekerasan gak bakalan berhenti deh. Tapi untungnya orang Mesir cuman pake "mulut" doang, so jadinya perang mulut. Asli deh, orang Mesir itu sebenarya baik, kalo marah cuman di mulut aja, gak sampe mukul atau membunuh, paling kalo lagi marah berat, kadang-kadang seh main hakim sendiri, tapi gak sampe dendam, gak kaya' kita di Indonesia. Tiru yang baik2 aja deh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36907645-116232207090734255?l=anakmapek-curhat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232207090734255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36907645/posts/default/116232207090734255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakmapek-curhat.blogspot.com/2006/10/bawwabah-in-memorian.html' title='Bawwabah In Memorian'/><author><name>anakmapek-curhat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18304253136414548885</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
